WELCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG INI... semoga bermanfaat...
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Vokalis KORN Dukung Legalisasi Ganja


"Saya pikir semua orang mempunyai hak untuk menghisap (ganja), itu seharusnya dilegalisasikan,” kalimat tersebut diucapkan oleh vokalis grup pionir nu metal Korn, Jonathan Davis, saat diwawancara Rolling Stone di festival musik yang digelar oleh grup hip hop Cypress Hill, SmokeOut Festival.
Sesuai namanya, festival yang diadakan pada pada Sabtu (3/3) lalu di California, AS, tersebut, digelar untuk mendukung legalisasi penggunaan ganja.
Menariknya, Davis mengaku sudah 14 tahun tidak pernah mengonsumsi ganja lagi, tetapi ia tetap dalam pendiriannya untuk mendukung legalisasi ganja.
“Ganja membuat orang menjadi ‘tinggi’ dan tertawa, sejauh itu lah tentang ganja. Tidak ada mabuk, tidak ada perkelahian yang gila, tidak ada drama seperti dampak alkohol, jadi saya selalu sangat percaya dalam hak penggunaan ganja dan hak penggunaan untuk medis. Biarkan orang-orang ‘tinggi’ jika mereka menginginkannya, itu tidak menyakiti siapa pun,” ujar Davis.
Salah satu pengisi festival musik tersebut, DJ Wolfgang Gartner, mengaku kagum dengan adanya festival yang mendukung legalisasi ganja tersebut.
“Saya belum pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya di sebuah festival, (seperti) tenda menghisap ganja, tunjukkan lisensi Anda, masuk, merokok,” kata Gartner.
Festival tersebut memang menyediakan sebuah tenda untuk menghisap ganja, tetapi yang bisa masuk ke tenda tersebut hanya orang-orang yang mempunyai lisensi penggunaan ganja untuk keperluan medis.
Seperti Jonathan Davis, Gartner ternyata juga sudah berhenti mengonsumsi ganja. Ia sudah berhenti menghisap tumbuhan tersebut selama hampir sembilan tahun. “Saya adalah seorang yang sangat percaya bahwa itu harus dilegalkan dan dikenakan pajak dan itu akan memiliki efek positif pada ekonomi. Legalkan, beri pajak, itu lebih aman daripada alkohol,” imbuhnya.
SmokeOut Festival dimeriahkan oleh musisi dari berbagai genre, seperti Cypress Hill, Sublime with Rome, Korn, Wiz Khalifa, Rusko, DJ Wolfgang Gartner, dan MSTRKRFT.

Senin, 06 Februari 2012

10 Figur Metal Berpenampilan Halloween

Halloween adalah salah satu tradisi populer. Tradisi yang mengemukakan tema – tema horor dalam perayaannya setiap tanggal 31 Oktober ini biasanya dirayakan dengan cara - cara seperti menonton film horor, mengunjungi tempat – tempat horor atau yang paling umum adalah mengenakan kostum horor yang unik. Pemakaian kostum Halloween menjadi ciri paling khas dari perayaan ini.
Mengenakan make-up seperti face paint, topeng, eyeshadow gelap adalah beberapa cara untuk tampil unik pada hari Halloween. Tapi bagi beberapa band metal, penampilan seperti ini sudah tak asing lagi. Bisa dibilang band – band ini merayakan Halloween sepanjang tahun lewat penampilan mereka onstage maupun offstage. Silakan cek band dan seniman metal berikut ini yang selalu tampil unique and scary, Hallowen comes year round.
10. BEHEMOTH
Band black metal Polandia ini sering mengenakan make up pucat dan pakaian kulit serba hitam. Berdiri sejak 1991, Adam “Nergal” Darski dkk konsisten dengan tampilan tersebut. Lirik lagunya banyak bertema tentang okultisme dan paganisme. Tahun 2007 sebuah komite yang banyak melakukan perlawanan terhadap sekte di Polandia sempat melaporkan BEHEMOTH kepada pihak berwajib karena vokalis Nergal merobek kitab Injil pada konser BEHEMOTH di kota Gdynia, Polandia pada September 2007.


9. MARILYN MANSON
Figur satu ini dikenal lewat tampilannya make-up pucat, eyeshadow gelap dan lipstik merah. Mantan jurnalis musik ini digambarkan oleh media sebagai sosok yang berpengaruh kurang baik bagi anak muda. Meski demikian, kontroversi terhadap lirik lagunya yang banyak bertema sentimen anti agama, sex, dan drugs justru menjadi daya tarik publik.




8. DIMMU BORGIR
DIMMU BORGIR adalah salah satu band black metal Norwegia yang lahir pada era gelombang kedua black metal (second wave of black metal) pada awal 90an di Norwegia. Nama DIMMU BORGIR sendiri memiliki arti “Kota – Kota Gelap” atau “Dark Cities”. Pada awalnya musik DIMMU BIORGIR banyak terpengaruh oleh band – band black metal Norwegia 90an seperti Mayhem, Darkthrone dan Emperor, yaitu sebuah patern black metal yang gelap, mentah dan dingin. Sejak awal 2000an DIMMU BORGIR mulai memasukkan unsur symphonic dalam musiknya lewat pengaruh musisi symphonic seperti Antonin Dvorak dan FredericChopin.


7. THE MISFITS
Riasan wajah putih pucat, dark eyeshadow dan pemakaian boot adalah gaya THE MISFITS sejak lama. Band hardcore punk ini sering memakai inspirasi dari film – film horor dan science fiction dalam lirik lagu maupun musiknya. Pada tahun 1998 majalah Rolling Stone menyebut mereka sebagai “Band Horor Punk Era 70an dan 80an.” Band ini juga disebut sebagai band yang menggabungkan punk rock dengan genre musik lain dengan penampilan horor.




6. KING DIAMOND
Salah satu senior speed metal Eropa yang sudah aktif sejak 1974. Dengan usia yang sudah tak muda lagi (55 tahun) pria bernama asli Kim Bendix Petersen ini masih terus mengenakan make-up face paint yang sudah menjadi ciri khasnya selama beberapa dekade. Album – albumnya bersama dua bandnya yang paling terkenal yaitu Mercyful Fate dan KING DIAMOND banyak disebut memiliki pengaruh terhadap perkembangan genre black metal, power metal, dan thrash metal. Ciri khas vokal rocker asal Denmark ini adalah tehnik falsettonya yang melengking tinggi.


5. MUSHROOMHEAD
Berasal dari Cleveland, Ohio, MUSHROOMHEAD menampilkan diri dengan menggunakan topeng – topeng yang dikenal dengan X Face logonya. Band alternative metal ini sempat terlibat perseteruan dengan Slipknot karena kemiripan topeng yang mereka kenakan. Meski demikian, vokalis MUSHROOMHEAD Waylon Reavis menyatakan bahwa kini perseteruan itu sudah selesai sejak kematian bassist Slipknot Paul Gray tahun lalu. Ini adalah bentuk penghormatan nereka terhadap kepergian bassist Slipknot tersebut.


4. KISS
Legenda rock satu ini sudah mengenakan make up face paint selama berpuluh – puluh tahun. Pengaruh penampilannya terhadap tradisi Halloween bisa dilihat di setiap kali perayaan tahunan ini diadakan. Akan selalu ada orang yang berdandan dengan gaya KISS pada malam Halloween tanggal 31 Oktober. Tahun 2009 lalu Rock Music Magazine menyebut KISS sebagai bentuk paling ekstrim dari hard rock pada tahun 1974.






3. LORDI

LORDI terbentuk pada 1996 di Helsinki, Finlandia. Salah satu momentum terbaik LORDI adalah ketika mereka menjuarai Eurovision Song Contest 2006. Band ini tak mau tampil di muka umum tanpa kostum dan topengnya, bahkan dalam melakukan wawancara sekalipun, topeng tetap dipakai. Meski demikian, dalam beberapa kesempatan mereka sempat tertangkap kamera tanpa topeng seperti yang pernah dimuat dalam sebuah tabloid Finlandia, Ilta-Sanomat pada tahun 2006. Musik LORDI adalah hard rock dan heavy metal yang diselipi elemen shock rock.

2. SLIPKNOT
Slipknot menjadi nama yang biasanya mampir pertama kali di benak jika bicara tentang band bertopeng. Band asal Des Moines, Iowa ini memang sukses menggabungkan musik rock dengan efek kejut lewat topeng yang mereka kenakan yang dimaksudkan untuk membangkitkan reaksi dari publik. Vokalis Corey Taylor mengatakan bahwa itu adalah cara mereka untuk lebih akrab dengan musik. Perkusionis Chris Fehn pernah mengatakan bahwa adalah sebuah “berkah” karena mereka tidak dikenali oleh publik.


1. GWAR

GWAR adalah band yang tak tertandingi dalam urusan kostum dan penampilan yang bernuansa Halloween. Penampilan yang bersumber dari pengaruh film horor dan sci-fi banyak dipakai oleh band asal Richmond, Virginia ini. Kostum yang dipakai GWAR banyak terbuat dari latex, styrofoam dan karet. Meski berpenampilan sangar, Band yang terbentuk pada 1984 ini juga sering mengangkat tema humor dalam musik mereka. Biasanya dalam bentuk humor sindiran terhadap politik dan moral.



Tentu masih banyak band atau musisi lain yang berpenampilan horor dan unik selain yang tertulis di atas. Ambil contoh adalah Alice Cooper dan Arthur Brown atau penampilan band – band black metal seperti Hellhammer, Immortal, Gorgoroth dan Satyricon.

Tema horor dengan penggunaan make up pucat, pakaian kulit serba hitam, topeng menakutkan dan sebagainya memang telah menjadi bagian perkembangan musik metal dari jaman ke jaman. Itu adalah subcultur dari musik metal itu sendiri. Lalu siapa band berpenampilan horor favorit anda?

Kamis, 29 Desember 2011

Para Punk Aceh Yang Dibebaskan Akan Tetap Menjadi Punk

Jakarta – Enam puluh lima anak muda yang menganggap dirinya sebagai punk telah resmi dipulangkan dari Sekolah Polisi Negara Seulawah, Aceh Besar, telah dipulangkan pada Jumat (23/12) pekan lalu setelah dinyatakan “lulus” dari pendidikan ulang yang mayoritas mengarah ke “bidang studi” moral. Digelar di kantor walikota, acara pelepasan tersebut berlangsung meriah, seperti dilaporkan BeritaSatu.com. Lima puluh sembilan pemuda dan enam pemudi tersebut mengenakan sepatu lars polisi, celana coklat, dan baju lengan panjang, yang perempuan mengenakan jilbab, bahkan diberi kesempatan menyanyi, salah satunya lagu “Darah Juang”.
Selain diberikan sertifikat sebagai anak binaan Polisi Republik Indonesia, para punk ini juga diberitakan mencium tangan para polisi yang menjadi instruktur mereka.
Namun itu bukan berarti bahwa enam puluh lima anak itu lantas pindah jalur. Seperti yang diucapkan Rian Rizki Ramadhan, 19 tahun, kepada BeritaSatu.com: “Saya berterima kasih sudah dibina, baca Al-Quran, tetapi semua ini sudah cukup. Kami tidak usah dibina lagi.”
M. Syukri Dinihar Sijabat, pria berusia 24 tahun yang merupakan mahasiswa semester enam Fakultas Teknik Kimia Industri Riau, menimpali: “Kami sangat mencintai dunia kami. Apa kami diizinkan kembali ke Aceh untuk menikmati alam setelah sebelumnya disebut melanggar norma?”
Ada pula yang lebih blak-blakan mengutarakan ketidapuasan walaupun anak muda itu enggan menyebutkan namanya. “Katanya dijanjikan bisnis sablon, janji ini, janji itu. Mana? Kami semakin muak saja dengan pemerintah model begini,” protes anak muda itu.
Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, mengatakan bahwa pemuda dan pemudi tersebut akan dikembalikan ke orangtua masing-masing. Tetapi pengawasan akan tetap dilakukan terhadap anak-anak yang berasal dari Banda Aceh.
“Khusus untuk yang Aceh akan terus kami pantau. Kami tak lepas. Untuk yang di luar Banda Aceh akan kami akomodir pulang ke daerah masing-masing. Mereka bisa datang ke Aceh karena ini kota terbuka, tetapi ada norma yang dijaga,” jelasnya.
Wakil Mawardy, Illiza Sa’aduddin Djamal, lalu menambahkan: “Boleh jadi punk Aceh asal Islami. Misalnya rambut jangan dicat, kalau dicat nantinya menimbulkan dosa bagi orang lain karena mereka akan membatin.”
Beberapa hari sebelum pelepasan anak-anak itu, Muhammad Alhamda, seorang pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh yang menangani kasus penangkapan sejumlah anak muda Aceh yang pada beberapa minggu lalu ditangkap dan dihukum hanya karena bergaya layaknya punker telah menyatakan pendapatnya ke AcehKita.com soal langkah yang diambil pemerintah setempat tersebut.
Menurut Alhamda, pendekatan yang diambil pemerintah merupakan langkah yang salah dikarenakan ketidakmungkinan dalam mengubah pilihan hidup seseorang.
“Saya yakin mereka akan kembali menjadi punk setelah keluar dari sini. Saya tadi sempat berbincang dengan beberapa orang dari mereka yang mengaku akan kembali menjadi punk,” ujar Alhamda.
Alhamda lalu melanjutkan bahwa seharusnya pemerintah mengajak anak-anak punk tersebut berdialog. Bahkan, untuk lebih lanjut lagi, diajak ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan sosial yang dilaksanakan pemerintah. Dengan begitu, mereka merasa tidak dipinggirkan seperti yang terkesan selama ini.
Evi dari Koalisi NGO HAM juga mengeluarkan pernyataan senada: “Pola pembinaan seperti itu tidak akan bisa menghilangkan komunitas punk di Aceh. Buktinya setelah penangkapan pada Februari lalu, jumlah anak punk di Banda Aceh bukan berkurang, melainkan semakin bertambah.”
“Punk adalah cara mereka mengekspresikan kebebasan dan perbedaan. Itu normal dan ada di berbagai belahan dunia lain. Seharusnya, mereka diajak dialog untuk mengetahui kenapa mereka berperilaku begitu. Itu kan hak mengekpresikan kebebasan. Tidak ada yang salah dari anak punk,” pungkas Evi.
ht