WELCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG INI... semoga bermanfaat...

Rabu, 27 Februari 2013

HEAVEN SHALL BURN Luncurkan Lagu Baru via Online Puzzle


Metaller asal Jerman HEAVEN SHALL BURN akan merilis album barunya “Veto” pada 19 April 2013. Sebuah lagu baru pun mereka luncurkan sebagai pemanasan. Lagu berjudul “Land Of The Upright Ones” ini bisa diunduh gratis, namun fans terlebih dahulu harus menyelesaikan sebuah puzzle yang disediakan.

Album “Veto” merupakan album  ketujuh Matthias Voigt dkk. Sebelas lagu dimasukkan dalam album yang akan dirilis oleh Century Media Records ini.

Artwork album baru ini menampilkan sebuah lukisan karya John Maler Collier, seniman lukis dan penulis asal Inggris yang hidup antara tahun 1850-1934. Karya John yang digunakan untuk cover HEAVEN SHALL BURN adalah “Lady Godiva” yang dibuat sekitar tahun 1897-1898.

“Itu merupakan sebuah icon jika dikaitkan dengan perjuangan keadilan sosial. Dia juga melambangkan isu kontemporer seperti yang saat ini terjadi di mana masyarakat kelas atas dikelompokkan sendiri dari lainnya dan oleh karenanya timbullah konflik. Juga merupakan sebuah cara yang hebat untuk menunjukkan pada fans kami bagaimana permasalahan dan topik masa kini bisa terefleksi dari sebuah karya masa lampau.” Ungkap gitaris Maik Weichert tentang penggunaan lukisan John Collier untuk cover album mereka.

Sementara tentang lagu “Land Of The Upright Ones”, menurut Maik lagu itu didedikasikan kepada Thomas Sankara, seorang revolusioner, tokoh militer dan ex-presiden Burkina Faso yang kerap dianggap sebagai Che Guevara-nya Afrika.

Maik pun mengaku sudah tak sabar ingin segera memainkan lagu-lagu di album baru ini secara live. “Kami sudah tak sabar ingin memainkan [lagu-lagu] album ini kepada orang-orang. Hasilnya sangat beragam. Melodius, emosional dan sekaligus brutal.” Ujarnya. Kata-kata Maik mungkin ada benarnya. Setidaknya itu tercermin dari lagu baru “Land Of The Upright Ones” yang mereka luncurkan.

So silakan kunjungi website ini dan selesaikan puzzlenya untuk bisa mengunduh gratis lagu baru mereka. Puzzlenya berupa mengatur kepingan-kepingan batu [stone] dalam urutan tertentu sehingga menjadi satu rangkaian lagu. Sekadar clue, keping kelima dalam puzzle tersebut adalah keping yang letaknya paling akhir. Jika semua kepingan puzzle sudah tertata dengan benar, maka lagu baru mereka pun bisa diunduh.

Memberikan teka-teki/puzzle atau permainan lainnya kepada fans sebelum mengunduh lagu tergolong sebuah cara yang kreatif. Setidaknya band mengajak para fansnya untuk sedikit ‘berusaha’ agar bisa mendengarkan lagu baru mereka. Cara ini juga pernah dilakukan oleh Alice In Chains ketika merilis single “Hollow” Desember 2012 lalu.

Untuk mendukung album barunya, HEAVEN SHALL BURN telah merencanakan beberapa show perilisan di Eropa yang akan dilakukan pada bulan April, yaitu di Leipzig [Jerman], Vienna [Austria] dan Zürich  [Swiss]

Videoklip "A Bruxa" dari BEFORE CRUSH, Band Metal Asal Angola


Kalau bicara musik metal, jarang sekali benua Afrika disebut-sebut. Kawasan ini memang seperti dilupakan dalam banyak hal termasuk dalam skena musik cadas. Tapi bukan berarti tak ada band metal yang berasal dari Afrika meski memang tak banyak.


Adalah BEFORE CRUSH, sebuah band metalcore asal Republik Angola yang tahun lalu merilis sebuah klip berjudul “A Bruxa”.

Lagu “A Bruxa” berasal dari EP mereka “Idolos Ancorados” yang dirilis secara independent pada 2010. EP berisi lima lagu ini menggunakan bahasa Portugis, bahasa keseharian mereka karena memang Angola dulunya adalah jajahan orang-orang Portugis.

Secara konsep, klip "A Bruxa" agak-agak mirip dengan klip “Stick Stickly” milik Attack Attack!. Tapi ini bukan klip pertama BEFORE CRUSH, karena pada 2011 mereka sudah sempat meluncurkan klip untuk lagu "A Grande Conquista".

Sebelum merilis EP "Idolos Ancorados" mereka sempat merilis beberapa single sejak tahun 2008. Secara musikal, BEFORE CRUSH lebih condong ke metalcore dengan sisipan melodic. Performa mereka cukup lumayan, hanya saja sektor clean vocal nampaknya butuh improvement.

Terbentuk pada 2006 di Benguela, sebuah kota di bagian barat Angola, band ini membawakan tema-tema lagu yang motivatif seperti perjuangan dan pemikiran yang positif tentang kehidupan. Mereka tidak menulis tentang betapa hancurnya dunia atau hal-hal negatif lainnya. Awalnya mereka menggunakan nama Nightmare Today namun sejak 2010 berubah menjadi BEFORE CRUSH.

BEFORE CRUSH digawangi lima orang personil yaitu Wilson Portela [bas], Daniel Portela [drums], Ary [gitar], Costinha Cassoma [gitar] dan Ladino Cumpanhe [vokal]. Formasi ini terbentuk sejak 2010.

Meskipun ada beberapa band metal asal Afrika seperti Absence Of Light [Kenya],  Vale Of Amonition [Uganda] atau Crackdust [Botswana], kawasan ini relatif masih sepi dari pembicaraan dalam skena metal. Jarang sekali ada band yang memasukkan negara Afrika dalam daftar tur mereka, kecuali tentunya satu negara di ujung selatan bernama South Africa, di mana mereka punya festival musik Ramfest.

Ramfest sendiri baru tahun 2007 mulai diadakan dengan line-up band-band lokal. Pada 2012 festival ini bisa mendatangkan band internasional seperti In Flames. Dan tahun ini mereka berhasil memboyong Bring Me The Horizon.

SLAYER Jalani Tur Australia Tanpa Dave Lombardo


Sebuah keretakan terjadi dalam tubuh SLAYER beberapa hari sebelum raksasa thrash itu berangkat tur Australia. Sang drummer Dave Lombardo diumumkan tidak ikut dalam rombongan yang berangkat ke negeri kanguru. Permasalahan sistem finansial dalam band menjadi penyebab Dave tidak diajak dalam tur kali ini.

Tentu ini bukan kabar yang menggembirakan bagi fans SLAYER, terlebih yang berada di Australia.Dave Lombardo sempat menyinggung tentang income yang mereka peroleh tahun lalu. Menurutnya, dari total pemasukan tur SLAYER tahun lalu, para personil SLAYER hanya dapat 10% dibagi berempat. Melalui Facebooknya, drummer berdarah Kuba itu menuliskan bahwa sebagian besar pemasukan tur SLAYER tahun lalu habis untuk biaya-biaya profesional seperti biaya managemen. Berikut pernyataannya.

    “Aku meminta maaf kepada para fans di Australia yang sudah beli tiket untuk tur [kami] dan sudah berharap melihatku di belakang perangkat drum.”

    “Pada tanggal 14 Februari aku diberitahu bahwa aku tidak akan main drum untuk tur Australia. Aku merasa sedih dan terkejut dengan hal itu.”

    “Tahun lalu aku menemukan bahwa 90% pemasukan tur SLAYER dihabiskan untuk bayar ini itu, termasuk biaya profesional untuk managemen. Jumlahnya sampai jutaan dollar dan sisanya hanya 10% bahkan kurang yang dibagi untuk kami berempat. Dalam pandanganku, ini bukan cara melakukan bisnis yang benar. Aku coba memperbaiki hal itu, aku beritahu teman-teman bandku. Lalu aku dan Tom [Araya] menyewa seorang auditor untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kami kesulitan karena ada beberapa informasi dan dokumen yang tidak boleh kami akses."

    “Aku menghabiskan Natal dan Tahun Baru lalu sambil merenung bahwa aku sudah tur kemana-mana tahun 2012 tapi tidak mendapat bayaran [kecuali sebagian kecil uang DP] ataupun mendapat penjelasan dari akuntan yang layak tentang kerja kerasku selama setahun penuh. Intinya, aku diberitahu bahwa aku tak akan dibayar sampai aku setuju dengan  kontrak jangka panjang yang tidak ada jaminan tertulisnya tentang seberapa banyak atau atas dasar apa managemen meminta komisi [bagiannya]. Juga tak ada jalan bagiku untuk mengakses keadaan finansial atau catatan-catatan tentang itu. Aku juga dilarang melakukan interview atau membuat pernyataan terkait dengan band.”

    “Hari Senin lalu [18 Februari], aku latihan dengan Kerry [King] dan Tom untuk tur Australia. Aku juga menawarkan model bisnis baru yang kurasa akan lebih baik untuk SLAYER ke depannya, agar kami bisa terus melakukan yang terbaik untuk para fans. Tapi Kerry jelas-jelas tidak tertarik untuk melakukan perubahan. Dia bahkan bilang kalau aku masih mempermasalahkan hal itu, dia akan mencari drummer lain. Hari Kamis [21 Februari], aku datang ke latihan jam 1 siang. Tapi Kerry tidak muncul. Sorenya sekitar jam 6:24 aku mendapat email dari pengacara yang isinya aku telah digantikan untuk show-show di Australia.”

    “Aku masih tetap berharap kami bisa menyelesaikan permasalahan ini. Sekali lagi aku minta maaf kepada semua fans kami di Australia yang sudah membeli tiket namun akhirnya tak bisa melihat kami bertiga, personil original SLAYER. Semoga lain kali aku bisa bertemu kalian.”

SLAYER memang sudah mengumumkan bahwa Dave Lombardo tidak akan ikut dalam tur Australia dan posisinya akan digantikan oleh Jon Dette. Atas pernyataan Dave Lombardo tersebut, SLAYER pun merilis tanggapan bahwa mereka tidak sepakat dengan permasalahan finansial dan urutan kejadian yang disebut-sebut oleh Lombardo.

    “Jon Dette akan bermain drum dalam tur Australia, mulai hari Sabtu ini [23 Februari] di Brisbane. Sedangkan tentang pernyataan Dave Lombardo, SLAYER menyatakan tidak setuju dengan isi pernyataan dan urutan kejadian yang diurai Tuan Lombardo tersebut. Yang sebenarnya terjadi, Tuan Lombardo muncul di band kurang dari seminggu sebelum berangkat tur Australia dan menawarkan sebuah term terkait [kompensasi] dirinya yang bertentangan dengan apa yang sudah ada sebelumnya. Band akhirnya tak bisa menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu yang teramat singkat sebelum berangkat ke Australia. SLAYER berterima kasih kepada para fans di Australia atas pengertian mereka terhadap perubahan mendadak ini dan ingin segera menemui para fans dalam show-show nanti.”

Ini bukan pertama kalinya Dave Lombardo bermasalah dengan personil SLAYER lainnya. Dave juga menjadi orang yang paling sering keluar masuk band. Tahun 1986, Lombardo pernah keluar dari band juga karena isu finansial, meskipun kemudian dia gabung lagi tahun 1987. Tahun 1992 dia keluar lagi, kali ini karena tidak cocok dengan personil lainnya, terutama Kerry King.

Paul Bostaph [Exodus, Forbidden] dan Jon Dette [Testament, Killing Machine] bergantian menjadi drummer SLAYER selama 10 tahun setelah Lombardo keluar. Pada 2002, Lombardo kembali lagi ke band. Meski awalnya hanya dimaksudkan sebagai drummer sementara, faktanya dia terus bersama SLAYER hingga kini.

Sementara untuk Jon Dette, drummer satu ini memang pernah bermain bersama SLAYER tahun 1996-1997 meski hanya sebagai drummer tur. Jon antara lain pernah tampil bersama SLAYER dalam gelaran Ozzfest 1996. Jon Dette saat ini juga sedang menjadi drummer temporer bagi Anthrax yang untuk sementara waktu tidak bisa mengunakan tenaga Charlie Benante karena satu dan lain hal.

Tanggapan sesama musisi

Permasalahan yang dialami SLAYER ini ternyata mendapat respon dari para musisi metal. Sebagian merasa menyayangkan kalau SLAYER harus kembali pecah. Apalagi dalam dua tahun terakhir gitaris Jeff Hanneman tidak bisa aktif dalam band karena belum sembuh dari sakitnya. Sementara sebagian lainnya nampak menyalahkan Kerry King yang dianggap terlalu dominan di SLAYER.

“Semoga ini bukan seperti yang kuduga, dan semoga mereka bisa menyelesaikannya. Dave adalah seorang master dan menjadi bagian besar dari band seperti juga personil lainnya. Aku benar-benar berharap mereka bisa menyelesaikan permasalahan ini, karena kalau tidak, akan ada banyak fans yang kecewa.” Kata Russ Strahan, ex-gitaris Pentagram, band metal asal Amerika.

Russ juga mencoba mengingatkan Kerry King bahwa apa yang dia miliki saat ini sudah melebihi apa yang diinginkan kebanyakan musisi. “Sebagai catatan akhir, aku bahkan belum mampu membeli gitar American BC Rich seharga USD 5.000 atau harus bekerja dari jam 9 hingga jam 5 [9-5] agar bisa punya uang untuk membelinya. Jadi lihatlah seperti ini, Kerry. Kamu punya barang-barang yang lebih keren dibandingkan kebanyakan dari kami.” Kerry King memang salah satu gitaris yang punya beberapa gitar signature dari B.C. Rich.

Musisi lain yang juga menganggap Kerry arogan adalah Bård G. Eithun a.k.a Faust, drummer band black metal Norwegia, Emperor. “Kerry, berhentilah bikin masalah dan sadari bahwa Lombardo juga sama besarnya dibandingkan dirimu sendiri. Bahkan mungkin lebih besar.” Katanya.

Sementara Alex Skolnick, gitaris Testament merasa kecewa dengan kondisi SLAYER. Sebagai teman, dia tak ingin SLAYER menjadi limbung. “Berita yang mengecewakan. Aku bertemu dengan Dave dan Kerry di [acara] NAMM [National Association of Music Merchants] beberapa waktu lalu. Tak pernah kukira akan jadi begini. Aku tak bisa berkomentar tentang urusan orang lain, tapi sebagai fan dan juga teman mereka, aku tak ingin melihat mereka berantakan.” ujarnya.

Memang masih belum jelas apakah Dave Lombardo akan kembali lagi ke SLAYER atau tidak setelah tur Australia selesai. Tapi Lombardo masih berniat menyelesaikan masalah ini bersama personil lainnya.

Kondisi SLAYER beberapa tahun terakhir memang sedang kurang baik. Sakit yang menimpa Jeff Hanneman, penggarapan album yang belum kunjung selesai, dan kini keretakan dengan Dave Lombardo adalah beberapa permasalahan yang dialami mereka. Dalam beberapa kesempatan, Kerry King juga sempat mengeluarkan komentar yang seperti menjelaskan bahwa kondisi bandnya memang sedang tidak harmonis. Kerry juga terkesan kurang peduli dengan kondisi Jeff Hanneman.

Dalam tur Australia kali ini, SLAYER akan tampil di lima kota yaitu Brisbane, Sydney, Melbourne, Adelaide dan Perth dalam rangkaian Soundwave Festival. Praktis hanya dua personil original yang ikut dalam perjalanan kali ini, yaitu Tom Araya dan Kerry King. Dua personil lainnya adalah tour musician Gary Holt [gitar] dan Jon Dette [drum].

Bassist Adam Duce Keluar Dari MACHINE HEAD


Kabar perpisahan tak terduga muncul dari MACHINE HEAD. Band asal Bay Area San Francisco itu sudah tidak lagi diawaki oleh bassist original Adam Duce. Band mengatakan bahwa perpisahan itu dilakukan secara baik-baik. Meski demikian tak disebutkan tentang sebab mengapa Adam sampai keluar.

Adam Duce
MACHINE HEAD sudah mengumumkan keluarnya Adam Duce dari barisan mereka pada 22 Februari 2013 di website mereka.

    “MACHINE HEAD dan bassist Adam Duce sudah tidak bersama lagi. Perpisahan ini dilalui secara baik-baik dan MACHINE HEAD berharap semoga Adam mendapatkan yang terbaik dalam perjalanannya saat ini maupun di masa mendatang. Band akan tetap jalan dengan tiga personil dan sudah mulai menulis materi untuk album baru, sebagai follow up dari [album sebelumnya] “Unto The Locust”. Diperkirakan akhir 2013 sudah bisa dirilis.”

Tidak disebutkan tentang sebab-sebab keluarnya Adam Duce dari band. Namun Adam memang sempat menyatakan bahwa dia belakangan merasa tak betah di MACHINE HEAD. Ucapannya yang dimuat oleh media Belanda FaceCulture tahun 2012 lalu mungkin bisa dijadikan patokan. “Aku melakukan ini untuk bersenang-senang. Jikapun tidak berhasil dan aku juga tak dapat uang dari sini, itu bukan masalah. Tapi kalau sudah tak menyenangkan, maka aku tak mau melakukannya lagi. Aku tak berharap menjadi kaya dari sini, aku cuma mau senang dan membuat musik-musik bagus.” Ungkapnya.

Adam juga merasa kurang nyaman dalam proses penulisan dan penggarapan album terakhir MACHINE HEAD “Unto The Locust” [2011]. Adam mengaku terpaksa agak menjauh dari proses yang berlangsung hingga tiba saatnya urusan bass dilaksanakan. Dia juga bilang bahwa ada banyak riff dan musik yang telah dibuatnya namun tak dipakai oleh band.

“Aku membuat banyak musik atau riff. Tapi Robb [Flynn, vokal] tak tahu bagaimana membuat vokal di riff yang kubuat, dan akhirnya tidak jadi dipakai. Aku menulis lirik, aku berikan padanya halaman demi halaman tapi biasanya yang terjadi kemudian, dia akan membongkar pasang liriknya, memakai sebagian saja dari lirik-lirik itu..’Aku akan ambil bagian ini, lalu kutambahkan di sini’ ..ya semacam itulah. Padahal itu lirik-lrik yang sangat bermakna bagiku.” Ungkap Adam.

Dia pun akhirnya berhenti memberikan lirik kepada Robb. Menurutnya Robb memang sempat marah kepadanya. “Tapi memang begitu kejadiannya” ujar Adam tentang teman lamanya yang dulu bersama-sama membentuk MACHINE HEAD itu.

Pemikiran tentang keluar dari MACHINE HEAD sebenarnya sudah beberapa kali muncul di benak Adam . Tapi menurutnya itu bukan pemikiran yang menjadi miliknya saja. “Sebenarnya terkadang Robb juga kepikiran mau keluar. Dave[McClain, drum] juga demikian. Sebenarnya pemikiran untuk keluar itu ada dalam benak semua orang dalam waktu-waktu tertentu.”

Masih belum jelas siapa yang akan menggantikan Adam di MACHINE HEAD. Namun mereka –sesuai pernyataan  di atas- mengaku belum akan mencari pengganti Adam untuk sementara waktu.

Adam Duce merupakan salah satu orang yang ikut membentuk MACHINE HEAD pada 1991 di Oakland, salah satu kota besar di kawasan San Francisco Bay Area, California. Bersama Robb Flynn, Adam  membesarkan MACHINE HEAD dengan rilisan tujuh buah album sejak 1994 hingga 2011. Keluarnya Adam membuat Robb Flynn kini menjadi satu-satunya personil original yang tersisa di dalam band

OBLIVION Luncurkan Lagu "Reigns In Fire" Dari Debut Album Mereka


Band metal anyar asal San Francisco Bay Area OBLIVION meluncurkan track "Reigns In Fire”. Lagu ini terdapat dalam debut album mereka “Called To Rise” yang sudah dirilis pada 1 Januari 2013 lalu.

Sebelumnya OBLIVION sudah meluncurkan sebuah lagu berjudul “Reclamation” pada Desember 2012. Lagu ini juga sudah dibuatkan klipnya.

Album “Called To Rise” berisi 11 lagu dan dirilis secara independent. Berbagai macam style extreme metal dijejalkan ke dalam debut album ini. Keberadaan vokalis Nick Vasallo yang merupakan lulusan doktoral University Of California Santa Cruz menjadi salah satu bagian penting pembentukan karakter musik OBLIVION.

Terbentuk pada 2007, OBLIVION merupakan band yang salah satunya diawaki oleh Beniko Orum, ex-gitaris All Shall Perish. Ben yang keluar dari ASP pada Desember 2012 lalu sempat berkomentar bahwa bergabung dengan OBLIVION merupakan momen kembalinya ia kepada death metal.

Personil OBLIVION saat ini adalah Nick Vasallo [vokal], Ben Orum [bass], Ted O'Neill [gitar], Victor Dods [gitar] dan Luis Martinez [drums]. Berhubung banyak sekali band yang juga bernama Oblivion, mereka kemudian memutuskan untuk mematenkan nama bandnya. Setidaknya memang ada sekitar lima band di Amerika Serikat yang menggunakan nama Oblivion.

Senin, 04 Februari 2013

WITHIN TEMPTATION Sedang Garap Album Baru

Band symphonic metal Belanda WITHIN TEMPTATION mengeluarkan kabar anyar tentang penggarapan album baru mereka. Sharon den Adel dkk saat ini tengah berada di studio sejak akhir tahun 2012.

Melalui websitenya, WITHIN TEMPTATION mengabarkan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan dalam proses rekaman kali ini.
“Kami sedang di studio. Sejak sesi penulisan lagu, banyak hal-hal baru yang terjadi. Kami banyak bereksperimen dan terus mencoba mempertahankan suasana yang magical ini. Kami ingin segera berbagai kepada kalian hasil dari perjalanan kami ini.” demikian tulis mereka. 
WITHIN TEMPTATION juga telah menjalin kerjasama dengan label baru yaitu BMG Rights. Label asal Jerman ini akan menangani rilis album baru Robert Westerholt dkk yang direncanakan akan dilakukan pada antara pertengahan hingga akhir tahun 2013. 
Sejak pertengahan 2012 lalu band asal Waddinxveen, Belanda ini memang sudah mulai mengumpulkan materi-materi baru. “Kami saat ini telah punya enam buah lagu. Keenam lagu ini akan masuk dalam album dan semuanya bagus – bagus.” Kata Sharon den Adel saat itu. Sharon juga mengatakan bahwa mereka kemungkinan akan mengikuti apa yang telah mereka lakukan dalam album terakhir mereka “The Unforgiving”. “Album ‘The Unforgiving’ sangat inspirasional. Jadi kami akan bergerak ke arah yang sama [untuk album baru].” Ungkapnya. 
WITHIN TEMPTATION merilis album “The Unforgiving” pada 2010. Album ini merupakan album berkonsep yang mengambil cerita dari sebuah komik berjudul sama karangan Steven O’ Connell. “The Unforgiving” diproduseri oleh David Gibson dan dirilis oleh Roadrunner Records. Album ini berhasil menerobos ke posisi 50 Billboard 200 serta mendapat sertifikasi gold di Polandia

Kerry King Beri Kabar Seputar Album Baru SLAYER

Kerry King kembali memberikan kabar baru seputar album anyar SLAYER yang sudah dinanti-nanti oleh fansnya sejak tahun lalu. Menurut Kerry King, saat ini mereka masih terus menyelesaikan materi-materi untuk album baru tersebut.


Tahun 2012 lalu SLAYER merekam dua buah lagu yang awalnya akan dirilis dalam bentuk EP. Namun kemudian rencana itu urung dilakukan.
“Kami sudah ada dua lagu yang selesai digarap tahun lalu. Kupikir tadinya akan keluar sebagai EP. Tapi ternyata tidak jadi. Akhirnya dua lagu itu akan kami masukkan saja ke dalam album baru nanti. Kami juga punya satu lagu lagi yang masih belum ada vokalnya. Setelah ini aku dan Dave [Lombardo] akan menggarap delapan lagu lainnya untuk melengkapi album.” Kata Kerry King dalam interview dengan Eddie Trunk saat gelaran National Association Of Music Merchants [NAMM], sebuah acara konvensi produk musik di California belum lama ini. Eddie Trunk adalah co-host acara TV “That Metal Show” yang ditayangkan oleh jaringan televisi VH1 Classic. 
Kerry juga menambahkan bahwa mereka akan bekerjasama dengan Rick Rubin, meski saat ini Rubin sedang sibuk dengan urusan distributor di American Recordings, label miliknya. “Kelihatannya Rick Rubin sedang ganti distributor. Dan kami akan menunggu sampai urusannya beres. Nanti kalau urusan dia sudah beres, baru kami akan rekaman. Aku bisa bilang albumnya akan keluar tahun ini.” Kata Kerry yakin. 
Ketika ditanyai terkait kondisi gitaris Jeff Hanneman yang sedang sakit, Kerry malah mengaku kurang tahu. “Mungkin malah kamu lebih tahu tentang itu daripada aku [tertawa]. Bukan bermaksud aneh, saat selesai tur, biasanya segalanya jadi tercerai-berai. Aku tidak bicara dengan dia [Jeff] bukan karena aku benci dia, tapi karena aku belum perlu bicara dengan dia. Aku juga tak bicara dengan Tom [Araya]. Satu-satunya alasan aku ketemu Dave [Lombardo] adalah karena kami berdua sering latihan. Tapi sejauh yang kutahu, kata manager kami Jeff masih terus berusaha untuk sembuh dan kembali ke band.” 
Kerry juga mengatakan bahwa sejauh ini  Jeff Hanneman belum ikut dalam proses penulisan lagu-lagu baru SLAYER. “Aku punya cukup materi yang bisa kugarap sendiri, jika perlu. Tapi aku terbuka saja. Jika Jeff punya materi juga, aku mau saja ikut menggarapnya.” 
Sementara mengenai keterlibatan Gary Holt yang sejak dua tahun terakhir membantu SLAYER dalam tur-tur mereka, Kerry bilang gitaris Exodus itu tak akan muncul di rekaman baru SLAYER. “Aku yang akan memainkan semua bagian gitar. Selama bertahun-tahun aku yang memainkan gitar [di SLAYER], kecuali untuk bagian leadnya Jeff.” Ujar Kerry. 
Kemunculan album baru SLAYER sudah ditunggu kalangan metalhead sejak tahun lalu. Pada Mei 2012 dua buah lagu pun direkam yang rencananya akan dirilis dalam bentuk EP namun akhirnya batal. Saat itu Kerry juga sempat menyebut-nyebut nama produser Greg Fidelman yang akan mereka gandeng untuk menggarap album baru. 
Kuartet asal Huntington Park, California, AS ini terakhir kali merilis album pada 2009 lewat album “World Painted Blood”. Album ini terjual sebanyak 41.000 kopi pada minggu pertama rilisnya di Amerika Serikat dan menduduki peringkat 12 Billboard 200. Dua lagu dalam album ini masuk nominasi Grammy Awards, yaitu “Hate Worldwide” [Grammy Awards ke-52, 2010] dan “World Painted Blood” [Grammy Awards ke-53. 2011]. Keduanya dinominasikan untuk kategori Best Metal Performance

HEAVEN SHALL BURN Rilis Album Baru "Veto" April 2013

Band metal asal Jerman HEAVEN SHALL BURN akan merilis album barunya “Veto” mulai 19 April 2013 di Eropa. Ini merupakan album ketujuh dari band yang para personilnya merupakan vegetarian.
Album “Veto” akan dirilis bertahap di Eropa, Amerika Utara dan Australia sejak 19 April 2013. Century Media Records yang sudah sejak 2004 menjadi partner label HEAVEN SHALL BURN, kembali akan menangani rilis album baru ini.

Gitaris Maik Weichert mengungkapkan bahwa dirinya sudah tak sabar ingin segera memainkan lagu-lagu di album baru ini secara live. “Kami sudah tak sabar ingin memainkan [lagu-lagu] album ini kepada orang-orang. Hasilnya sangat beragam. Melodius, emosional dan sekaligus brutal.” Ujarnya. 
Ada salah satu lagu berjudul “Antagonized” dalam album baru HEAVEN SHALL BURN yang didedikasikan kepada Walter Schilling, seorang pastor dan aktivis hak-hak sipil pada masa German Democratic Republik [ex- Jerman Timur] yang baru saja meninggal dunia pada akhir Januari 2013. 

“Kedengarannya memang aneh band bernama HEAVEN SHALL BURN membuat lagu tentang seorang pastor. Tapi Schilling adalah pastor yang tidak terlalu berpatokan pada dogma [agama]. Dia malah mendorong dan membantu para remaja mengejar ide-ide budaya baru dan alternatif. Tanpa ada Schilling, mungkin perkembangan budaya anak muda dan musik di Jerman Timur susah berkembang.” Cerita Maik tentang sosok Walter Schilling. 
HEAVEN SHALL BURN yang terbentuk di Saalfeld, Jerman pada 1996 ini kerap mengangkat tema-tema anti rasis dan ketidakadilan sosial dalam lirik-lirik lagu mereka. Sepanjang karirnya, Matthias Voigt dkk sudah merilis enam buah album, yang terakhir adalah “Invictus” yang dirilis pada 2010. Album ini masuk chart German Media Control di peringkat ke-9. 
Untuk mendukung album barunya, HEAVEN SHALL BURN telah merencanakan beberapa show perilisan di Eropa yang akan dilakukan pada bulan April, yaitu di Leipzig [Jerman], Vienna [Austria] dan Zürich  [Swiss]

HYPOCRISY Rilis Lagu Baru "End Of Disclosure"

Death metaller Swedia HYPOCRISY akan merilis album barunya “End Of Disclosure” pada 22 Maret 2013. Sebuah track anyar berjudul sama dengan albumnya [title track] pun telah diluncurkan oleh mereka pada 25 Januari 2013.
Album “End Of Disclosure” merupakan album kedua belas HYPOCRISY yang akan dirilis via Nuclear Blast Records.
Sang gitaris/vokalis HYPOCRISY Peter Tägtgren bertindak menjadi produser di album ini. Sementara untuk artworknya, “End Of Disclosure” menampilkan karya Wes Benscoter yang pernah menggarap artwork Slayer dan Kreator. 
Peter mengaku ingin kembali ke basic dalam album terbaru HYPOCRISY. “Kali ini aku ingin kembali ke basic. Aku merasa kami sudah tersesat dalam beberapa album terakhir. Jadi album baru ini sangat to the point. Sangat epic.” Ujar Peter tentang album baru berisi sembilan lagu ini. 
Meskipun seorang instrumentalis, urusan produksi album juga bukan menjadi barang baru bagi Peter Tägtgren. Dia antara lain pernah memproduksi album Amon Amarth, PAIN, Sabaton, Dark Funeral hingga Children Of Bodom. Ketertarikan Peter Tägtgren pada proses produksi memang membuat sosok pendiri HYPOCRISY ini dikenal juga sebagai produser rekaman. Peter sudah merekam banyak album band-band Swedia maupun Eropa sejak 1995, di studio miliknya “The Abyss” yang terletak di dekat kotamadya Ludvika, Swedia. 
HYPOCRISY merupakan salah satu band death metal Swedia yang terbentuk pada 1990. Sebelas album sudah mereka luncurkan sejak tahun 1992. Albumnya yang terakhir dirilis adalah “A Taste Of Extreme Divinity” pada tahun 2009. Album ini terjual sebanyak 1.400 keping pada minggu pertama rilisnya di negeri Paman Sam. 
Tahun 2011 lalu HYPCRISY merilis DVD “Hell Over Sofia – 20 Years Of Chaos And Confusion” yang berisi footage-footage konser mereka di Blue Box club, Sofia, Bulgaria pada Februari 2010. 
Untuk musiknya, HYPOCRISY nampaknya tak mau terlalu menggeber tempo cepat, setidaknya di lagu “End Of Disclosure”, meskipun mungkin banyak yang mengharapkan mendengar sesuatu yang fast and furious dari materi anyar Peter Tägtgren ini. But No!  lagu baru ini sama sekali tidak cepat. Tapi setidaknya ia punya potensi untuk mudah diakrabi. Beberapa bagian melodi dan vokalnya cukup mudah ditangkap.

Untuk artworknya, silakan menyimpulkan sendiri pesan yang ingin disampaikan oleh HYPOCRISY kali ini dengan melihat cover albumnya yang menampilkan demon mengangkat horn sign di satu tangan sementara di tangan lain menggenggam bola bumi.

Streaming Album Baru HATEBREED, "The Divinity Of Purpose"

HATEBREED menyediakan streaming untuk album anyarnya “The Divinity Of Purpose” di website mereka. Streaming terbatas ini hanya bisa diakses hingga tanggal 27 Januari 2013 [28 Januari di Indonesia]. Sementara albumnya akan dirilis pada 29 Januari 2013.

Silakan meluncur ke Hatebreed.com untuk mendengarkan lagu-lagu dalam album “The Divinity Of Purpose”.
Album keenam HATEBREED ini digarap oleh dua produser yaitu Chris “Zeuss” Harris yang pernah membantu rekaman Suicide Silence dan Shadows Fall, serta Josh Wilbur yang pernah menangani album Lamb Of God dan Gojira. Artworknya digarap oleh Eliran Kantor yang pernah menggarap artwork Testament.
Sebelumnya, HATEBREED sudah sempat meluncurkan dua lagu dari album baru ini, yaitu "Put It To The Torch" dan "Honor Never Dies".
Menganai arahan musik di album barunya, vokalis Jamey Jasta mengatakan bahwa mereka sudah cukup bereksperimen di album yang terakhir. Namun di album baru ini mereka mengemukakan influence-influence lawas mereka. “Kali ini sekalian menandai 10 tahun perilisan “Perseverance” (album kedua HATEBREED) dan juga kembalinya Wayne (Lozinak, gitar) ke dalam band, akan menyenangkan kalau mempertahankan influence – inluence lawas. Belakangan aku banyak mendengarkan Cro-Mags, Killing Time, Sheer Terror, Obituary, Bolt Thrower, Slayer dan Entombed dan band – band era 80 – 90an lainnya.” Kata Jamey kepada Maximum Threshold. 
Terbentuk pada 1994 di Connecticut, Amerika Serikat, HATEBREED kerap menampilkan musik yang berupa campuran metal, crossover thrash dan hardcore punk. Jamey Jasta sendiri pernah menyebut musik mereka sebagai Celtic Frost Hardcore. Lima album sudah dirilis oleh HATEBREED. Yang terakhir adalah self titled “Hatebreed” yang dirilis pada 2009. 
Tahun lalu HATEBREED sempat dituding sebagai salah satu band yang berhaluan white supremacy oleh CNN, terkait dengan penembakan di kuil Sikh di Wisconsin yang dilakukan oleh seorang rasist berhaluan white supremacy. Namun CNN kemudian mengkoreksi artikelnya setelah HATEBREED memprotes tudingan salah sasaran itu. 
Album terbaru “The Divinity Of Purpose”  akan dirilis via Razor & Tie dan Nuclear Blast Records. Album ini akan digenjot penjualannya lewat tur panjang yang akan digelar hingga tahun 2014

ANTHRAX Rilis Lagu Cover Version Rush, "Anthem"

ANTHRAX akan meluncurkan EP cover version “Anthems” pada 19 Maret 2013. EP delapan lagu cover version ini merupakan penghormatan ANTHRAX terhadap band-band yang telah memberikan pengaruhnya kepada Scott Ian dkk.
“Anthem”, salah satu lagu dalam EP tersebut yang merupakan lagu milik Rush telah dirilis via RollingStone.com.
EP “Anthems” akan dirilis melalui Megaforce/MRI dan Nuclear Blast Records. delapan lagu yang masuk dalam EP ini terdiri dari 6 lagu cover version dan 1 lagu ANTHRAX yang disajikan dalam dua versi yaitu original dan remix. Enam lagu cover version tersebut adalah "Anthem" [Rush], "Jailbreak" [Thin Lizzy], "TNT" [AC/DC], "Smokin' [Boston], "Big Eyes" [Cheap Trick], dan "Keep On Runnin'" [Journey]. Sementara lagu ANTHRAX yang di-remix adalah “Crawl” dari album “Worship Music” [2011]. 
“Ini adalah band-band yang menemani aku tumbuh besar dan selalu kudengarkan. Musik yang hebat. Aku merasa nyaman menyanyikan lagu-lagu ini dan sangat senang bisa merekamnya bersama ANTHRAX. Sangat menyenangkan!.” Ungkap vokalis Joey Belladonna. 
Sementara gitaris Scott Ian lebih merasa antusias terhadap tantangan menggarap EP ini. “Kebanyakan lagu-lagu ini bukanlah lagu-lagu yang –kurasa- normal buat kami, meskipun kami juga sudah mengenal lagu-lagu ini. Awalnya memang ide seperti ini terdengar janggal. Nanti setelah kalian mendengarkan [hasilnya] baru semuanya terasa masuk akal.” Kata Ian. 
Melakukan cover version lagu band lain bukanlah sesuatu yang asing bagi ANTHRAX. Sepanjang lebih dari 30 tahun karir mereka, ANTHRAX pernah membuat atau menggarap cover version dari lagu – lagu milik Queen, Black Sabbath dan KISS.  
Di luar rilisan EP “Anthems”, band yang baru saja ditinggal keluar gitarisnya ini juga telah merekam cover version lagu Black Sabbath yaitu “Neon Knights” untuk album tribute Ronnie James Dio yang tengah dipersiapkan oleh Wendy Dio, janda sekaligus mantan manager Ronnie James Dio.

MOTÖRHEAD, ANTHRAX, CANNIBAL CORPSE Masuk Kompilasi 30 Tahun Debut Album METALLICA

Metal Hammer Jerman merilis sebuah CD album kompilasi tribute untuk merayakan 30 tahun perilisan debut album METALLICA “Kill ‘Em All”. Beberapa band kondang pun dimasukkan ke dalam CD tersebut. Mereka membawakan lagu-lagu yang terdapat di album pertama James Hetfield dkk.
CD kompilasi "A Tribute To Kill 'Em All" ini menampilkan 10 lagu yang terdapat di album “Kill ‘Em All” yang dibawakan oleh band-band yang berbeda.
Tiga di antara sepuluh band tersebut adalah Motorhead, Anthrax dan Cannibal Corpse. Motorhead menggeber lagu “Whiplash”, Anthrax memilih lagu “Phantom Lord” dan Cannibal Corpse merekam “No Remorse”. Ketiganya tentu merekam dengan gayanya masing-masing. 
Ketiganya bukan baru saja merekam lagu-lagu METALLICA tersebut. Motorhead sudah merekam “Whiplash” untuk album tribute METALLICA “Metallic Attack “ The Ultimate Tribute” pada tahun 2004. Cannibal Corpse merekam “No Remorse” pada tahun 2002 untuk album kedelapan mereka “Gore Obsessed”. Anthrax merekam “Phantom Lord” pada 1998 untuk dimasukkan dalam B-side album kedelapan mereka “Volume 8 : The Threat Is Real”. 
Selain ketiga band tersebut, dalam kompilasi ini juga ada Primal Fear dan Dew Scented. Dew Scented, Band thrash asal Jerman ini merekam “Metal Militia” untuk album ketujuh mereka “Incinerate” yang dirilis pada 2007. Sementara Primal Fear juga berasal dari Jerman, merekam lagu “Seek and Destroy” untuk album “A Tribute to The Four Horsemen” pada tahun 2002. 
Lima band lainnya yang masuk dalam kompilasi ini adalah Black Tide, Burden Of Grief, Rage, Dust Bolt, dan Eisregen and The Vision Bleak. 
Semua lagu dalam album “Kill ‘Em All” pernah direkam ulang oleh banyak band.  Dua lagu yang paling banyak didaur ulang adalah “Seek and Destroy” [11 kali] dan “Motorbreath” [10 kali]. Sisanya kebanyakan direkam ulang antara 3-5 kali, kecuali “No Remores” yang baru 1 kali yaitu oleh Cannibal Corpse.

“Kill “Em All” adalah debut album METALLICA yang dirilis pada Juli 1983. Direkam di Music America Studios di New York bersama produser Paul Curcio dan executive produser Jon Zazula, album ini terjual sebanyak 3 juta keping di Amerika Serikat, meski awalnya hanya dirilis sebanyak 1.500 keping saja oleh label independen milik Zazula, Megaforce Records. 
Dalam interview dengan Brian Slagel dari Metal Blade Records pada 2008, James Hetfiled mengakui bahwa bukan kualitas yang menjadi tujuan utama mereka merekam “Kill ‘Em All”. “Bukan kualitas yang kami pentingkan saat itu, tapi kontennya. Kami juga belum pernah ke New York saat itu dan tiba-tiba saja ada di sana untuk rekaman.” Kenang James. 
Nama Dave Mustaine masih tercantum di empat lagu dalam album “Kill ‘Em All” sebagai co-writer. Dave dipecat dari METALLICA satu bulan sebelum mereka merekam album ini. Sebuah awal perseteruan paling terkenal dalam sejarah metal antara Dave Mustaine dengan METALLICA yang berlangsung selama hampir tiga dekade sebelum akhirnya mereka akur kembali pada 2010. 
Hingga saat ini beberapa lagu dari album “Kill ‘Em All” masih kerap dibawakan oleh METALLICA dalam konser mereka, di antaranya adalah “Seek and Destroy” dan “No Remorse”. Sementara “Whiplash” sempat cukup sering dibawakan pada saat bassist Jason Newsted masih bergabung. 
Metal Hammer Jerman merilis sebuah CD album kompilasi tribute untuk merayakan 30 tahun perilisan debut album METALLICA “Kill ‘Em All”. Beberapa band kondang pun dimasukkan ke dalam CD tersebut. Mereka membawakan lagu-lagu yang terdapat di album pertama James Hetfield dkk.


CD kompilasi "A Tribute To Kill 'Em All" ini menampilkan 10 lagu yang terdapat di album “Kill ‘Em All” yang dibawakan oleh band-band yang berbeda.

Tiga di antara sepuluh band tersebut adalah Motorhead, Anthrax dan Cannibal Corpse. Motorhead menggeber lagu “Whiplash”, Anthrax memilih lagu “Phantom Lord” dan Cannibal Corpse merekam “No Remorse”. Ketiganya tentu merekam dengan gayanya masing-masing.

Ketiganya bukan baru saja merekam lagu-lagu METALLICA tersebut. Motorhead sudah merekam “Whiplash” untuk album tribute METALLICA “Metallic Attack “ The Ultimate Tribute” pada tahun 2004. Cannibal Corpse merekam “No Remorse” pada tahun 2002 untuk album kedelapan mereka “Gore Obsessed”. Anthrax merekam “Phantom Lord” pada 1998 untuk dimasukkan dalam B-side album kedelapan mereka “Volume 8 : The Threat Is Real”.

Selain ketiga band tersebut, dalam kompilasi ini juga ada Primal Fear dan Dew Scented. Dew Scented, Band thrash asal Jerman ini merekam “Metal Militia” untuk album ketujuh mereka “Incinerate” yang dirilis pada 2007. Sementara Primal Fear juga berasal dari Jerman, merekam lagu “Seek and Destroy” untuk album “A Tribute to The Four Horsemen” pada tahun 2002.

Lima band lainnya yang masuk dalam kompilasi ini adalah Black Tide, Burden Of Grief, Rage, Dust Bolt, dan Eisregen and The Vision Bleak.

Semua lagu dalam album “Kill ‘Em All” pernah direkam ulang oleh banyak band. Dua lagu yang paling banyak didaur ulang adalah “Seek and Destroy” [11 kali] dan “Motorbreath” [10 kali]. Sisanya kebanyakan direkam ulang antara 3-5 kali, kecuali “No Remores” yang baru 1 kali yaitu oleh Cannibal Corpse.


“Kill “Em All” adalah debut album METALLICA yang dirilis pada Juli 1983. Direkam di Music America Studios di New York bersama produser Paul Curcio dan executive produser Jon Zazula, album ini terjual sebanyak 3 juta keping di Amerika Serikat, meski awalnya hanya dirilis sebanyak 1.500 keping saja oleh label independen milik Zazula, Megaforce Records.

Dalam interview dengan Brian Slagel dari Metal Blade Records pada 2008, James Hetfiled mengakui bahwa bukan kualitas yang menjadi tujuan utama mereka merekam “Kill ‘Em All”. “Bukan kualitas yang kami pentingkan saat itu, tapi kontennya. Kami juga belum pernah ke New York saat itu dan tiba-tiba saja ada di sana untuk rekaman.” Kenang James.

Nama Dave Mustaine masih tercantum di empat lagu dalam album “Kill ‘Em All” sebagai co-writer. Dave dipecat dari METALLICA satu bulan sebelum mereka merekam album ini. Sebuah awal perseteruan paling terkenal dalam sejarah metal antara Dave Mustaine dengan METALLICA yang berlangsung selama hampir tiga dekade sebelum akhirnya mereka akur kembali pada 2010.

Hingga saat ini beberapa lagu dari album “Kill ‘Em All” masih kerap dibawakan oleh METALLICA dalam konser mereka, di antaranya adalah “Seek and Destroy” dan “No Remorse”. Sementara “Whiplash” sempat cukup sering dibawakan pada saat bassist Jason Newsted masih bergabung. (dev/RockenBlast)



ROTTING CHRIST Rilis Lagu Baru "Κατά Τον Δαίμονα Εαυτού"

Band metal asal Yunani ROTTING CHRIST akan merilis album kesebelasnya "Κατά Τον Δαίμονα Εαυτού" pada 5 Maret 2013. Sebuah lagu anyar yang merupakan title track dari album tersebut pun sudah diluncurkan.
Album baru ROTTING CHRIST ini berisi 10 buah lagu dan direkam selama lebih dari empat bulan. Rilisnya akan ditangani oleh Season Of Mist, label yang sudah merilis album band ini sejak 2007.

Digarap di Deva Soundz Studios di Athena, Yunani, album "Κατά Τον Δαίμονα Εαυτού" [dibaca : "Kata Ton Demona Eaftou”] digambarkan sebagai album paling gelap, mistis dan gaib yang pernah dibuat oleh ROTTING CHRIST. Kata-kata “Kata Ton Demona Eaftou” sendiri memiliki arti “Do What Thou Wilt” atau “Lakukan apa yang Dia Inginkan”. Vokalis/gitaris ROTTING CHRIST Sakis Tolis mengaku bahwa album ini sepenuhnya direkam oleh dia bersama adiknya Themis Tolis [drummer ROTTING CHRIST]. 

Pada Desember 2012 lalu ROTTING CHRIST juga sudah meluncurkan satu lagu anyar berjudul "In Yumen - Xibalba" yang juga berasal dari album terbarunya.
ROTTING CHRIST terbentuk di Athena, Yunani pada 1988. Termasuk band veteran dalam kancah metal Eropa, sekaligus kerap dianggap sebagai bagian dari barisan awal black metal dari wilayah tersebut. 10 album sudah dirilis oleh ROTTING CHRIST sejak tahun 1993 hingga tahun 2010. 
Berkaitan dengan nama bandnya, Sakis Tolis dkk sempat beberapa kali menemui masalah. Band ini pernah mendapat kritikan pedas dari politisi sekaligus konservatif Kristen Amerika Serikat, Gary Bauer. Gary menganggap ROTTING CHRIST sangat berhaluan anti-Kristen. 
Respon negatif juga pernah datang dari sesama musisi metal. Adalah frontman Megadeth Dave Mustaine yang pernah menolak tampil di sebuah konser di Yunani karena dalam acara tersebut juga tampil ROTTING CHRIST. Dave Mustaine memang kini dikenal sebagai metaler yang relijius. Menanggapi hal itu, vokalis Sakis Tolis hanya berkomentar santai. “Dia [Dave Mustaine] harusnya metal. Ya pokoknya metal. Aku kasihan saja melihat dia tidak menjadi manusia yang bebas.” Kata Sakis kepada majalah Decibel pada tahun 2007. 
Album terakhir mereka “Aealo” dirilis pada Februari 2010. Album ini terjual sebanyak 400 keping di Amerika Serikat pada minggu pertama rilisnya dan masuk peringkat 144 U.S. Heatseekers chart, chart khusus bagi mereka yang belum pernah masuk ke deretan 100 besar Billboard 200.

Tur Kelas Berat "The Brutal Big 5" Mulai Digagas

Sejarah metal telah mencatat adanya tur “The Big Four” yang menampilkan empat raksasa thrash metal. Lalu bagaimana jika ada tur ‘kelas berat’ yang memboyong lima band death metal terkemuka dangan label “Brutal Big 5”? Bassist SUFFOCATION Derek Boyer mengatakan hal itu mungkin saja terjadi.

Derek Boyer mengatakan kepada The Gauntlet bahwa ide itu sangat terbuka dan memungkinkan. Lima band death metal yang sudah punya sejarah panjang melakukan tur bareng bisa menjadi jawaban atas tur thrash “The Big Four”.
“Kami membicarakan tentang rencana rotasi headlining antara Suffocation, Deicide, Morbid Angel, Cannibal Corpse dan Obituary. Kami inginnya semua [band] kelas berat ini bisa ikut dan bergantian menjadi headline dalam tur. Pasti akan sangat menyenangkan kalau ini bisa diwujudkan.” Kata Derek. 
Tentunya memang akan menjadi sebuah tur yang sangat menarik jika bisa diwujudkan. Meski demikian, sampai saat ini masih belum ada konfirmasi atau kepastian apa-apa tentang rencana tersebut. Apalagi kelima band death metal kondang itu kini sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. 
Saat ini, Suffocation sedang bersiap merilis album barunya “Pinnacle Of Bedlam” pada 15 Februari 2013. Deicide berencana merekam album barunya tahun 2013. Obituary juga sedang berjibaku menggarap album barunya. 

Cannibal Corpse, disamping masih mondar-mandir dalam tur dunianya setelah merilis album “Torture” pada 2012, mereka juga tengah merayakan 25 tahun karir mereka di semesta metal. Morbid Angel? Setelah tur dengan Kreator tahun lalu, mungkin saja saat ini mereka sedang merencanakan sesuatu karena album terakhir mereka “Illud Divinum Insanus” sudah dirilis dua tahun lalu. 
Sulitnya menyesuaikan jadwal dan mencari waktu yang pas adalah kendala utama yang pasti muncul saat ingin menggabungkan beberapa band besar dalam sebuah tur bersama. Tur/show “The Big Four” yang menyertakan Metallica, Anthrax, Slayer dan Megadeth pernah dihelat pada 2010 dan 2011 di Eropa dan Amerika Serikat. Namun setelah itu, tur empat biang thrash ini mandeg. Kerry King dari Slayer beralasan bahwa sulitnya mengatur jadwal bagi keempat band tersebut menjadi handicap utama bagi kelanjutan tur “The Big Four”. 
“Ada empat headliner band. Itu tidak mudah mengaturnya. Mungkin akan ada sebagian fans yang kurang suka jika ini tidak dilanjutkan. Tapi sejujurnya aku ragu kami bisa mengatur jadwal untuk bisa tur barengan lagi.” kata Kerry King tahun 2011 lalu.

Demo-Demo Lawas Eddie Vedder Beredar Online

Beberapa lagu demo yang pada akhir 1980an direkam oleh vokalis Pearl Jam Eddie Vedder kini muncul secara online. Lagu-lagu Eddie sebelum bergabung dengan Pearl Jam itu sebagian direkamnya saat masih belum punya band dan masih bekerja serabutan di San Diego, California.

Eddie Vedder, circa 1990-1991
Beberapa lagu dalam demo-demo ini sebenarnya sudah sejak setahun yang lalu mulai beredar di internet.

Ada dua versi demo yang kini muncul online. Yang pertama merupakan rekaman yang dibuat oleh Eddie sendiri pada tahun 1987-1988 dan yang kedua saat dia bersama Bad Radio antara tahun 1988-1990. Bad Radio adalah band pertama Eddie saat dia bermukim di San Diego, California.
Eddie merekam beberapa lagu bikinannya pada 1987-1988 saat masih tinggal di La Mesa apartment dan bekerja di gudang bahan bakar minyak San Diego Petroleum Corp. Eddie diketahui merekam dua buah demo sebelum dia bergabung dengan Bad Radio. 

Cover demo "Summer 88"
Salah satu di antara dua demo itu diberi judul “Summer 88” dan berisi empat buah lagu. Kaset demo ini sempat masuk dalam sebuah lelang online yang kemudian dimenangkan oleh kolektivitas beberapa orang fans. Kaset demo inilah yang kini beredar online. Sementara satu demo lagi memuat versi awal lagu yang di kemudian hari menjadi salah satu hit Pearl Jam, yaitu “Betterman” [saat itu masih berjudul “Can’t Find A Better Man”]. 
Eddie juga sempat merekam demo empat lagu dengan Bad Radio pada tahun 1989. Demo berjudul “What The Funk” itu berisi empat buah lagu yang kini termasuk dalam demo-demo Eddie yang beredar online. 
Total ada 13 lagu yang terdapat dalam demo-demo lawas yang direkam sekitar 25 tahun lalu ini. Termasuk dalam kumpulan demo ini adalah versi awal dari “Betterman” yang dibawakan secara live, kemudian ada versi akustik dan versi studio dari lagu “Believe You Me” yang direkam oleh Eddie sendiri dan bersama Bad Radio. Beberapa lagu cover version juga muncul dalam kumpulan demo ini, di antaranya adalah “Wonderful World” milik Sam Cooke dan “Something Inside So Strong” milik penyanyi Inggris Labi Siffre yang juga pernah dicover oleh Kenny Rogers. 
Kaset demo "Summer 88"
Eddie keluar dari Bad Radio pada 1990. Sempat tak punya band selama beberapa bulan, dia akhirnya menanggapi demo tape sebuah band asal Seattle, Washington yang saat itu tengah mencari vokalis. Demo tape itu diperoleh Eddie dari Jack Irons [ex-drummer Red Hot Chili Peppers]. 
Eddie kemudian pergi ke Seattle, bersamaan dengan tengah digarapnya  project musik Temple Of The Dog yang dimaksudkan sebagai penghormatan bagi Andrew Wood, sosok vokalis Malfunkshun dan Mother Love Bone yang tewas karena overdosis heroin pada Maret 1990. Eddie pun bergabung dalam project musik bersejarah yang juga menyertakan Chris Cornell, Jeff Ament, Stone Gossard, Mike McCready dan Matt Cameron itu. Mereka kemudian menghasilkan satu album yaitu “Temple Of The Dog” [1991]. 
Seusai merekam “Temple Of The Dog” barulah Stone Gossard, Jeff Ament dan Mike McCready berfokus pada Mookie Blaylock, band baru mereka bersama Eddie, yang kemudian berubah nama menjadi Pearl Jam. 
Cerita selanjutnya tentu sudah sangat familiar. Pearl Jam -yang terbentuk hampir bersamaan dengan project Temple Of The Dog- merilis album perdananya “Ten” pada  1991 dan album ini akhirnya menjadi salah satu album terlaris dalam sejarah rock, khususnya alternative rock, meski awalnya mengalami penjualan yang seret dan baru terangkat lewat booming “Nevermind” milik Nirvana. Beberapa nominasi dan award pun diterima Eddie cs berkat album ini, di antaranya dari Grammy Award dan MTV Video Music Awards. 
Sementara belum ada tanda-tanda album Pearl Jam bakal keluar dalam waktu dekat, nampaknya lagu-lagu lawas dari demo Eddie Vedder ini bisa menjadi sesuatu yang menyegarkan bagi para fans Eddie dan Pearl Jam. Beberapa situs yang mempublikasikan rekaman-rekaman lawas Eddie ini juga menyebutkan bahwa demo-demo tersebut awalnya adalah milik seorang rekan kerja Eddie Vedder saat masih bekerja di San Diego Petroleum

STONE SOUR Akan Rilis "House Of Gold & Bones II" April 2013

STONE SOUR akan merilis bagian ke-2 dari album ganda “House Of Gold & Bones” pada 9 April 2013. Bagian pertama dari album ganda ini sudah dirilis pada 22 Oktober 2012 lalu dengan mengandalkan single “Gone Sovereign”.

“House Of Gold & Bones I & II” merupakan album keempat dan kelima STONE SOUR. Album ini direkam bersamaan pada bulan Maret 2012 di Soundfarm Studios, Iowa, Amerika Serikat.
Produser David Bottrill asal Kanada dipercaya menangani produksi album baru Corey Taylor dkk ini. David Bottrill antara lain pernah menggarap album Tool, Muse dan The Smashing Pumpkins. Bassist Skid Row Rachel Bolan ikut bermain di album ini sebagai guest player. Sementara rilisnya diurus oleh Roadrunner Records. 
STONE SOUR akan merilis single baru dari album ini pada 12 Februari 2013. Single berjudul “Do Me A Favor” ini akan diudarakan di stasiun-stasiun radio dan juga akan dibuatkan klipnya bersama sutradara Phil Mucci yang pernah menggarap klip High On Fire. “Ini lagu yang agresif. Sampai-sampai pihak label sempat memintaku untuk sedikit ‘jinak’ di lagu ini. Tapi aku tidak mau. Lagu ini harus keluar apa adanya dalam album maupun nanti ketika sudah masuk radio.” Kata vokalis Corey Taylor kepada The Pulse Of Radio tentang lagu “Do Me A Favor”. 
Mengenai musikalitas di bagian kedua “House Of Gold & Bones”, Corey mengibaratkannya seperti sebuah soundtrack film. “Bagian kedua jauh lebih dark daripada bagian pertama. Sejujurnya, selain ini menjadi album yang terasa berbeda, dia juga mirip dengan soundtrack film dalam beberapa hal. Sangat tematik. Jadi ini merupakan musik kami yang paling dark, penuh intrik dan kompleksitas. Liriknya juga mungkin yang terbaik yang pernah kubikin.” Kata vokalis yang belum lama ini berkolaborasi dengan Dave Grohl untuk soundtrack film “Sound City”. 
Selain dirilis dalam bentuk CD, “House Of Gold & Bones” juga akan dirilis dalam bentuk buku komik. Buku komik “House Of Gold & Bones” akan diterbitkan pada 17 April 2013 oleh Dark House Comics dan akan menceritakan basic dari album itu sendiri secara sciene fiction. 
Corey juga mengungkapkan bahwa STONE SOUR sudah punya rencana tur dunia pada 2014 di mana mereka berencana tinggal dua hari di masing-masing kota yang dikunjungi untuk membawakan semua lagu dalam dobel album “House Of Gold & Bones”

Kamis, 03 Januari 2013

HAMMERSONIC 2013 Akan Dihelat Bulan April

HAMMERSONIC METAL FESTIVAL, Festival cadas yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara akan kembali digelar pada bulan April 2013. Meski belum ada pernyataan resmi tentang line-up band yang akan tampil, namun animo para metalhead terhadap gelaran ini sudah mulai merebak.

HAMMERSONIC tahun 2013 akan dihelat selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 27-28 April 2013. Belum ada detil lebih jauh selain tanggal penyelenggaraan. “Hammersonic, Jakarta International Metal Festival 2013; 2 hari, 27-28 April. Tempat, Line-up & ticket segera diumumkan.” Demikian pengumuman resmi mereka melalui akun Twitter @hammersonicfest, Rabu, 1 Januari 2013. 
Antusiame para metalhead terhadap gelaran tahun ini sudah mulai nampak. Beberapa nama band manca negara maupun lokal sudah banyak disebut-sebut sebagai permintaan atau wishlist untuk diboyong tampil di HAMMERSONIC 2013. Namun pihak penyelenggara baru sebatas menampung masukan-masukan tersebut.
HAMMERSONIC pertama kali digelar pada April 2012 dengan menampilkan sederet band cadas dalam dan luar negeri seperti Nile, Suffocation, Psycroptic, Chthonic, Seringai, Koil, Burgerkill, Sucker Head, Deadsquad dll. Gelaran perdana yang mengambil tempat di Lapangan D Senayan Jakarta ini sanggup mendatangkan ribuan penonton yang berasal dari hampir seluruh Indonesia. (azr/RockenBlast)  

Miss May I Diringkus Polisi

Tak canggung. Itulah tema yang diangkat band heavy metal asal Amerika Serikat, Miss May I dalam video klip terbarunya, Day By Day. Video klip yang menjadi rilisan kedua mereka setelah sebelumnya sempat merilis video klip untuk single pertama dari album At Heart, Hey Mister.
Dalam video klip ini, kelima personil Miss May I, Levi Benton, Ryan Neff, Jerod Boyd, Justin Aufdemkampe dan B.J. Stead diringkus oleh anggota kepolisian berpakaian lengkap setelah terlibat sebuah kerusuhan.
Tak canggung. Itulah tema yang diangkat band heavy metal asal Amerika Serikat, Miss May I dalam video klip terbarunya, Day By Day. Video klip yang menjadi rilisan kedua mereka setelah sebelumnya sempat merilis video klip untuk single pertama dari album At Heart, Hey Mister.

Dalam video klip ini, kelima personil Miss May I, Levi Benton, Ryan Neff, Jerod Boyd, Justin Aufdemkampe dan B.J. Stead diringkus oleh anggota kepolisian berpakaian lengkap setelah terlibat sebuah kerusuhan.

Cover Version SLAYER "Seasons In The Abyss" Oleh The Cnk & Snowy Shaw

Band electronic/symphonic metal asal Prancis THE CNK mendaur ulang lagu SLAYER “Seasons In The Abyss” dalam album ketiganya “Révisionnisme” yang dirilis pada Oktober 2012 lalu. Ini merupakan album cover version yang memuat lagu-lagu dari sejumlah band metal kondang. 
“Seasons In The Abyss” adalah lagu SLAYER yang termuat dalam album berjudul sama yang dirilis pada 1990. Lagu ciptaan Tom Araya dan Jeff Hanneman ini, seperti  juga lagu-lagu lainnya di album yang sama, memiliki riff gitar yang kompleks dan pada awal 90an menjadi lagu SLAYER yang kerap diputar di MTV Headbanger's Ball. 
Selain “Seasons In The Abyss”, beberapa lagu lain yang juga didaur ulang oleh THE CNK adalah “Too Fast For Love” [Motley Crue], “You Could Be Mine” {Guns N’ Roses], dan “Weisses Fleisch” [RAMMSTEIN]. Vokalis metal asal Swedia Snowy Shaw ikut ambil bagian di beberapa lagu di album ini sebagai vokalis tamu. Snowy antara lain pernah bermain bersama Therion, King Diamond dan Dimmu Borgir.
THE COSA NOSTRA KLUB atau disingkat THE CNK adalah sebuah band symphonic/electronic metal asal Clermont-Ferrand, Prancis yang terbentuk tahun 1996 dengan nama Count Nosferatu. Setelah berganti nama dua kali, pada 2006 barulah nama THE COSA NOSTRA KLUB dikukuhkan sebagai nama band. Tiga album sudah dirilis band ini yaitu “Ultraviolence Über Alles” [2002], “L'Hymne à la Joie” [2007] dan yang terbaru “Révisionnisme” [2012].  (azr/RockenBlast)
Review : Bukan semata-mata karena saya adalah pecandu kronis SLAYER, bukan juga karena kuping saya sudah lebih dari 18 tahun akrab dengan “Seasons In The Abyss” versi original sehingga tak bisa menerima versi lain lagu ini. Tapi jujur saja, ini bisa jadi adalah cover version SLAYER paling ‘disrespectful’ yang pernah saya dengar.

Mendaur ulang sebuah lagu – apalagi lagu yang punya niche khusus seperti metal dengan karakter tertentu- bukanlah perkara mudah. Tidak hanya sekadar bisa menampilkan sesuatu yang berbeda, namun juga tetap harus mampu menjaga soul yang tersimpan dalam lagu itu. Di sinilah THE CNK kepleset. “Seasons In The Abyss” tergolong lagu yang ‘fixed’. Tertata dengan semestinya, janggal jika diutak-atik tanpa skill dan soul yang mumpuni. Mungkin itu sebabnya tak banyak yang pernah meng- cover “Seasons In The Abyss” sebelumnya. Setahu saya ada dua band yang pernah meng-cover lagu ini sebelumnya, yaitu Somnus dan Disaffected. Keduanya masuk dalam kompilasi tribute to SLAYER dengan judul kompilasi yang berbeda. Hasilnya masih lebih mendingan dibandingkan versinya THE CNK.

Usaha THE CNK dengan memasukkan unsur symphonic plus mengundang musisi metal veteran Snowy Shaw tetap tidak dapat membantu mengangkat vibe lagu ini. Intinya, memang ada banyak cara untuk meng-cover lagu-lagu SLAYER, tapi jelas butuh kecerdasan untuk bisa melakukannya. (A.K. Perdana)